Virus Corona; Merubah Sistem Pendidikan?

Nilanurlimah.com - Dunia  sedang  dilanda  Pandemic Covid-19 atau biasa disebut Virus Corona. Virus Corona  menghambat  segala  aktivitas manusia bahkan sampai bisa mengurangi populasi  manusia  dipenjuru  dunia.  Virus Corona sangat mematikan. Ia akan mudah menyerang  kepada  siapapun  terutama kepada  orang  yang  mempunyai  daya tahan tubuh yang lemah.

Diberbagai  penjuru  negara  bahkan dunia,  virus  ini  dianggap  sebagai ancaman  oleh  setiap  orang.  Virus  ini telah membuat kegiatan yang produktif menjadi sangat pasif karena efek yang ditimbulkan dari  pandemi  Covid-19 ini sangat  berbahaya.  Negara-negara yang terkena dampak  pandemi Covid-19  harus  menerapkan  peraturan-peraturan  untuk  memutus  rantai penyebaran pandemi Covid-19.


Salah  satu  negara  yang  terhambat dalam  beraktivitas  akibat  pandemi  ini yaitu Indonesia.
Kasus pandemi Covid-19 di Indonesia kian  hari  terus  meningkat.  Pandemi Covid-19  di  Indonesia  memiliki dampak multi sektor dari kesehatan, pendidikan,  sosial,  ekonomi,  hingga aktivitas beribadah di masyarakat. Kondisi  saat  ini  menjadikan masyarakat  mengalami  kerentanan sosial.

Kerentanan  sosial  membuat produktivitas  menurun,  mata pencaharian  terganggu  dan munculnya  gangguan  kecemasan sosial di masyarakat seperti kepanikan atau  pun  hal  buruk  lain  dari  sektor-sektor yang ada di lingkungannya.

Dampak  pada  sektor-sektor  tersebut kian  hari  mulai  dirasakan  masyarakat Indonesia.  Dampak  pada  masyarakat di  Indonesia  tentu  tidak  berbeda  jauh dengan  masyarakat  di  negara  lain yang  juga  sedang  menghadapi pandemi Covid-19.Salah  satu  dampak  multi  sektor  yang berpengaruh  di  Indonesia  yaitu dampak  terhadap  sektor  pendidikan. Akibat  dari  pandemi  Covid-19  ini segala  aktivitas  yang  berhubungan dengan  pendidikan  harus  mengalami perubahan  yang  memberikan pengaruh atau dampak kepada pelajar ataupun pihak yang mengajar.

Hal  yang  berpengaruh  terhadap pendidikan  di  Indonesia  yaitu pemerintah  terpaksa  mengeluarkan kebijakan  sementara  untuk menghentikan  kegiatan  belajar-mengajar yang dilakukan secara tatap muka  di  sekolah  maupun  lembaga pendidikan  yang  lainnya.  Berbagai lembaga  pendidikan  terutama Universitas  harus  menjalankan kebijakan  tersebut  dengan  tujuan untuk  membantu  memutus  rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Salah  satu  lembaga  pendidikan (Universitas)  di  Indonesia  yang menjalankan  kebijakan  atau  aturan yang  dibuat  oleh  pemerintah  yaitu Perguruan  Tinggi  Swasta  Universitas Islam  Bandung  atau  biasa  yang  kita kenal sebagai UNISBA.

Sehubungan  dengan  informasi  yang diterima mengenai pandemic Covid-19 yang semakin hari semakin mengalami  peningkatan,  UNISBA  memberikan surat  edaran  melalui  sosial  media (instagram  UNISBA)  kepada mahasiswa  untuk  meninggalkan kampus  atau  kost  dengan  harapan mahasiswa  bisa  kembali  kepada keluarganya  dalam  menghadapi situasi  pandemic  Covid-19  agar  bisa terpantau  dan  diberikan  perlindungan secara intensif.

Hal  inilah  yang  menyebabkan  pihak rektor  atau  jajaran  akademik  yang lainnya  mengambil  keputusan  untuk mengikuti  peraturan  pemerintah  yang memutuskan  untuk  menghentikan kegiatan  belajar  mengajar  yang dilakukan secara tatap muka (offline).

Pengambilan  keputusan  UNISBA tentang  mengikuti  peraturan pemerintah bertujuan untuk melindungi dan  mengantisipasi  penyebaran Covid-19 yang sedang marak terjadi di Indonesia terutama di kota Bandung.
Walaupun  kegiatan  belajar  mengajar secara  tatap  muka  dihentikan  oleh pihak  UNISBA,  pihak  UNISBA  tetap mengambil  langkah  lain  untuk  tetap melaksanakan  kuliah  seperti  biasa, yaitu  menerapkan  kuliah melalui akes  jaringan  internet  atau  biasa  disebut dengan daring. Di mana dosen dengan mahasiswa  melaksanakan  kegiatan belajar mengajar jarak jauh.

Kuliah yang dilakukan melalui   sistem daring  ini  diakses  melalui  situs  web ekuliah  yang  sudah  disediakan  oleh UNISBA.  Mahasiswa  hanya  perlu memasukkan username dan password sesuai  dengan  Nomor  Pokok Mahasiswa  (NPM)  yang  dimiliki  oleh setiap individu. Ekuliah tersebut sudah dilengkapi  dengan  jadwal  mata  kuliah sesuai jurusan atau program studi juga sudah dilengkapi absen.

Untuk  melaksanakan  kegiatan  belajar melalui  ekuliah  ini,  mahasiswa diharuskan  absen  terlebih  dahulu. Setelah  melaksanakan  absen, mahasiswa  perlu  menyimak  dan mencerna  bahan  pembelajaran  yang diberikan  oleh  dosen  di  ekuliah tersebut.

Kegiatan  belajar  mengajar  yang dilakukan  secara  daring  di  ekuliah  ini dilaksanakan  sesuai  dengan  jadwal kuliah  yang  sudah  ditentukan.  Tetapi walaupun  sudah  tidak  ada  jadwal kuliah,  mahasiswa  masih  tetap  bisa mengakses  untuk  masuk  ke  ekuliah sesuai  keinginan  mahasiswa  karena akses ini dilakukan secara daring.

Sistem daring inilah yang bisa menjadi salah satu hambatan  bagi mahasiswa untuk  menjalani  kuliah.  Karena  tidak setiap mahasiswa berada dilingkungan yang  mendukung  akses  internet  atau sinyal.  Kebijakan untuk melaksanakan kuliah  secara  online  atau  daring  ini mendapatkan  pro  dan  kontra,  juga memiliki  dua  segi  pandang    yang berbeda  (positif  dan  negatif)  dimata pelajar terutama mahasiswa.


Hal  ini  dibenarkan  oleh  seorang mahasiswa;  Viola  Marsella  Agustin yang  sedang  menempuh  pendidikan S1-nya  di  Universitas  Islam  Bandung.  “Aku ngerasa kalau pake sistem daring ga  semuanya  setuju.  Terutama  aku.” Ia  merasakan  dampak  positif  dan negatif  dari  pembelajaran  akibat Covid-19 ini.

Pada  segi  positifnya,  aturan  yang ditetapkan  bisa  membantu  untuk memutus  rantai  penyebaran  wabah Covid-19  yang  sedang  terjadi.  Selain itu,  dengan  sistem  pembelajaran online  mahasiswa  bisa  melakukan kegiatan belajar di manapun dan tidak terpaku  pada  satu  tempat.  Namun negatifnya,  ia  mengalami  beberapa kendala    dalam  akses  masuk  untuk mengikuti kegiatan perkuliahan karena terhambat  jaringan  internet  yang lemah.  “Walaupun  disuruh  pake elearning,tetep  aja  ada  yang  pake aplikasi  lain.”  Dosen  mempunyai  cara sendiri untuk menjalankan perkuliahan seperti  melalui  aplikasi  zoom,  google meet,  classrom  ataupun  presentasi secara  online.

Hal  ini  membuat mahasiswa  yang  berada  di  wilayah pedesaan mengalami kesulitan karena di  tempat  dimana  ia  tinggal  sulit mendapatkan sinyal untuk mengakses proses pembelajaran tersebut. Hal ini  merugikan mahasiswa yang tidak bisa mengikuti perkuliahan tersebut.

Bertepatan  dengan  pergantian semester, UNISBA pun melaksanakan Ujian  Tengah  Semester  (UTS)  dan Ujian  Akhir  Semester  (UAS)  secara daring.  Hal  ini  dilakukan  karena pandemic  Covid-19  ini  masih berlangsung di Indonesia  terutama di  Kota Bandung.

Dalam kegiatan UTS dan UAS,  setiap mahasiswa  harus  mengikuti  aturan yang  telah  ditentukan  dan  perlu mengirim  hasil  atau  jawaban  secara online.  Sebagian  dosen  ada  yang meminta  hasilnya  dikirim  melalui ekuliah ada juga yang melalui email.

Kegiatan  ujian  online  ini  tentu menghambat  dosen  pengajar  dalam mengontrol  mahasiswanya.  Hal  ini kurang  berdampak  baik  bagi  dosen maupun  mahasiswa,  karena  metode ini  bisa  menimbulkan  faktor-faktor negatif  seperti  nilai  yang  kurang memuaskan,  kurang  maksimalnya pemahaman mahasiswa terhadap soal yang diberikan, dan lain sebagainya.

Dengan  begitu,  bisa  diartikan  bahwa dampak  pandemic  Covid-19  terhadap proses  belajar  mengajar  di  UNISBA cukup  berpengaruh  bagi  dosen ataupun mahasiswa. Banyak kesulitan yang  dialami  selama  sistem  kuliah  daring  ini  berlangsung,  karena  tidak semua  dosen  bisa  menerima  dan melaksanakan  kebijakan  yang  harus dijalankan dan tidak setiap mahasiswa memiliki  posisi  yang  sama  antara mahasiswa satu dengan yang lainnya.

Dampak  buruk  lain  yang  dirasakan mahasiswa  dari  sistem  daring  ini adalah kesulitan dalam menerima dan memahami mata kuliah yang diberikan sehingga  ilmu  yang  mereka  dapat kurang maksimal, karena tidak semua mahasiswa  mempunyai  inisiatif  untuk mencari referensi belajar sendiri.

Semua  pihak  berharap  pandemic  ini segera  berakhir  agar  segala  aktivitas dapat  berjalan  normal  kembali terutama  proses  belajar  mengajar. Karena  jika pandemic ini  berlangsung lebih  lama  lagi,  dikhawatirkan  akan membuat  tingkat  pendidikan  di Indonesia menurun.

Para  mahasiswa  berharap  mereka segera  melaksanakan  perkuliahan seperti biasa kembali, belajar di dalam kelas,  bertemu  dengan  teman-teman, melaksanakan kegiatan organisasi dan kegiatan  lainnya  secara  normal. Karena  bagaimanapun,  belajar  di dalam kelas jauh lebih efektif daripada hanya  diam  di  rumah  mengerjakan tugas  secara  online  yang  dikejar deadline.

Tetapi, untuk mengembalikan aktivitas agar  berjalan  normal  kembali  tidak bisa  dilakukan  oleh  satu  atau  dua orang  saja.  Semua  pihak  harus  ikut terlibat dalam mengatasi pandemic ini. Pemerintah  sudah  berupaya  dengan menetapkan  berbagai  aturan,  tugas kita  sebagai  rakyat  adalah  mematuhi peraturan  tersebut  agar  tujuan  untuk memutus  rantai  penyebaran  Covid-19 ini segera terwujud.

Tidak ada komentar untuk "Virus Corona; Merubah Sistem Pendidikan?"