DIBAWAH RERUNTUHAN ADA HARTA KARUN

Nila Nurlimah - Ini merupakan buah pikiran Jalaludin Ar Rumi, sufi yang juga filsuf sekelas Imam Gazali. Menurut pendapat saya, pengertian “harta karun”, tidak selalu berupa benda, namun bisa pula, ide, cita-cita atau kebijaksanaan, bahkan bisa juga kesabaran, ketabahan, perasaan yang lembut dan membahagiakan.

Di Bawah Reruntuhan Ada Harta Karun
Di Bawah Reruntuhan Ada Harta Karun

Tentu saja , walau mirip, hal ini berbeda dengan pemahaman Al Quran, surat Al Insirak (atau dikenal sebagai Alam Nasroh) , berbunyi bersama kesulitan, selalu ada kemudahan. Dua kali oleh Allah SWT dicantumkan pada Al Quran, Fainna maal Usri Yusron. Inna maal usri yusron.

Kembali ke konsep Jalaludin, bisa diartikan, ketika saudara “Jatuh”, atau saudara bangrut usaha, maka pasti ini sebuah kekecewaan berat, kalau kasus mantan pejabat ada istilah post power syndrome. Sedih berat, sebab biasa dilayani, tas dibawa orang, pintu mobil dibukakan dsb.

Saat jabatan hilang, saat usaha bangrut, mau apa lagi. Obatnya ialah, ucapan Jalaludin Rumi ini. Jangan kecil hati sebab disana ada harta karun. Misalnya, bisa saja yang semula lupa orang miskin, kini menjadi pemurah. Bisa juga , ada ide lain, karena diberhentikan dari tempat kerja, jadi buka usaha OJOL, lebih besar dari gaji bulanan.

Persoalannya kini, dikaitkan dengan musibah banjir Jakarta, jika mengacu pada konsep Rumi ini, maka dibalik musibah ini akan ada hikmahnya, jika kita menerimanya dengan sabar iklas tanpa saling menyalahkan pihak manapun. Maka ..sabar dan tabahlah saudaraku menghadapi musibah berat ini

Tidak ada komentar untuk "DIBAWAH RERUNTUHAN ADA HARTA KARUN"